Senin, 18 Januari 2010
Ketika Seneby Beradaptasi
Rabu, 06 Januari 2010
Targeting
A 'target market or target Audience is the market segment which a particular product is marketed to. It is often defined by age, gender and/or socio-economic grouping. Market Targeting is the process in which intended actual markets are defined, analyzed and evaluated just before the final decision to enter is made.
Target marketing is a strategic approach to creating a marketing mix for a specific, targeted market segment and set of buyers (e.g. women age 22-35, or lawyers at firms with >
Target Marketing involves breaking a market into segments and then concentrating your marketing efforts on one or a few key segments.
Target marketing can be the key to a small business’s success.
The beauty of target marketing is that it makes the promotion, pricing and distribution of your products and/or services easier and more cost-effective. Target marketing provides a focus to all of your marketing activities.
Jumat, 01 Januari 2010
Senin, 28 Desember 2009
Seneby ICT Corp.
Pasang Harddisk Spacer
Pasang Harddisk ke Laptop
Pasang Card WLAN
Pasang Memory
Pasang Prosesor
Pasang Heatsink Saluran Angin
Pasang Power untuk Cooling Fan
Tutup Penutup Motherboard
Pasang Batere
Referensi
Selasa, 22 Desember 2009
Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Pasundan
Vision
Mensejahterakan Warga Pasundan
Mission
Pembangunan Perekonomian
Pembangunan Pendidikan
Pembangunan Kesehatan
Founder
Agung Febrianto
&
Arip Nurahman
Bisinis Perumahan dan Rumah Kosan (Real Estate)
Membangun Kota Impian yang Selamat Dunia Akhirat
1. Perusahaan Perumahan
2. Penyedia Bahan Bangunan
3. Mitra Usaha dalam Bidang Pembangunan
4. Pemeliharaan dan Pemugaran Bangunan
5. Arsitektur dan Landscape
6. Konsultasi Pembangunan Wilayah
(University of Indonesia)
(Universitas Pendidikan Indonesia)
2. Business spaces,
3. Shopping,
4. Education (Praying Spaces, School, Sains & Technology Village) and leisure (Traditional Art & Performance) all come together to provide a better, healthier environment in which to live.
Belajar kepada Eka T. W.
Walaupun hanya dapat berkomunikasi dalam bahasa Hokkian, Eka tidak patah semangat untuk berjualan. Ia banyak menggunakan bahasa "Tarzan", yaitu dengan menujuk-nunjuk atau menggunakan bahasa tubuh untuk menjual barang bawaannya.
Namun karena tidak ada modal, Eka lantas bermaksud mengambil barang dulu dan kelak setelah menjadi uang baru dibayar. Tentunya, ia tak langsung dipercaya. Ia banyak sekali mendapat penolakan di beberapa toko grosir.
Kala itu, ia mendapat jatah empat buah kaleng biskuit dan gula-gula kembang senilai 21,50 gulden. Dengan barang jualan itu, ia selalu bersemangat berjualan dengan bersepeda ke toko-toko di wilayah Makasar. Pelan tapi pasti, usaha ini terus berkembang hingga akhirnya ia bisa berjualan dengan menyewa becak.
Eka melihat sak-sak tepung terigu, semen, besi-besi bekas, dan merasa barang-barang itu merupakan peluang bisnis yang bisa digarap untuk kembali membangun usaha. Barang-barang bekas tersebut lantas dibawanya kembali ke rumah, dibungkus seperti semula, kemudian dijualnya. Perkiraannya ternyata tepat. Barang bekas itu ternyata laku.
Bisnis keuangan dikendalikan Sinar Mas Multiartha, sementara usaha pulp di bawah Asia Pulp & Paper. Sementara itu, kelompok agrobisnis dikendalikan Smart Corp dan propertinya ada di bawah kendali Duta Pertiwi.
Eka berusaha menunjukkan kepedulian dengan mendirikan sebuah organisasi nirlaba yang di antaranya memberikan perhatian pada persoalan pembangunan sosial kemasyarakatan.
Eka merupakan sosok yang tidak mudah putus asa dan pantang menyerah. Ketika gagal ia mampu untuk bangkit lagi. Bangkit dengan membaca peluang yang ada disekitarnya. Kekayaan mental seperti inilah yang perlu selalu kita miliki untuk menjadi seorang pemenang, dalam segala bidang.
2. Transportation
3. Security
4. Health
5. Education
6. General & Social
7. Sport and Recreation
Semangat!
Jumat, 18 Desember 2009
Minggu, 13 Desember 2009
Seneby ICT Corp.
1. Hardware
2. Peripheral & Accessories Sales
3. Software Sales
4. Laptop Sales & Up Grade
5. PC Sales & Up Grade
Clinics Doctor Computer
1. Trouble Shooting
2. Service
3. Back-Up & Data Recovery
4. Virus Care & System Recovery
5. Install & Setting
Maintenance
1. Security & Networking
2. ICT Consultant
3. ICT Training
*Software Application Training
*Linux & OSS (Open Sources System)Training
*Windows OS & Tools Training
Graphic Design & Multimedia
1. Design Service
2. Packet Design
3. Video Editing and Aimation
4. Percetakan, dan Foto Copy
5. Program Interactive Multimedia
6. Clothing
7. Merchandise
8. Packet Seminary Kit
9. Packet Event Needs
Software Development House
1. Information System
2. Web Development
3. Software Application
4. Open Sources Software
5. E-Learning
Kita Pasti Bisa!
Selasa, 24 November 2009
Sabtu, 21 November 2009
Menggagas Banjar Creative City

Elemen yang membangun sebuah Kota Kreatif.
1. Education
2. Invest
3. Nature
4. Tourism
5. Architecture
Artikel ini merupakan review singkat mengenai riset perkembangan ekonomi kreatif di Bandung. Sengaja saya langsung upload ke heterologia.multiply.com untuk melibatkan beberapa teman yang tertarik untuk berdiskusi secara interaktif. Bagi yang mau ikut membahas saya persilahkan.
Sudah selama beberapa bulan terakhir ini saya banyak mengumpulkan dan membaca artikel tentang perkembangan industri kreatif di kota Bandung. Selain melakukan kegiatan pengarsipan informasi digital di www.bandungcreativecityblog.wordpress.com, saya juga sempat menghadiri beberapa pertemuan yang secara khusus membicarakan masalah ini. Diantaranya mungkin masih ada yang ingat dengan pertemuan Bandung Creative City Forum di Common Room pada tanggal 7 Februari 2008 yang telah lalu.
Selain itu ada banyak diskusi, seminar, pertemuan dan rapat-rapat khusus yang membahas peluang pengembangan industri kreatif di kota Bandung. Penyelenggaranya mulai dari komunitas, organisasi, universitas, sampai pada pemerintah pusat dan daerah.
Sampai tiga tahun ke depan, kota Bandung akan menjadi proyek percontohan pengembangan kota kreatif se-Asia Pasifik.
Apa yang terjadi di kota Bandung bisa jadi merupakan kasus unik yang hanya bisa terjadi di negara berkembang. Hal ini tentunya merupakan sebuah contoh bagaimana kreatifitas betul-betul mampu menjadi pemicu gelombang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ini.
CREATIVE CITY
Education, employability and the creative industries policy dialogue
This dialogue tackled global issues facing the creative industries and looked to inform policy and practice developments in the UK and countries in East Asia through sharing key issues in education and employability between senior educationalists and policy leaders within the creative industries. More specifically, dialogue delegates centred their discussions on the following:
Developing the creative industries, including:
The creative city: a toolkit for urban innovators
Ridwan Kamil



