Minggu, 27 Februari 2011

PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN II

PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN
Arip Nurahman

PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN WILAYAH YANG BERBASIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL

Oleh :

Ir. Ruchyat Deni Djakapermana, M.Eng


Secara lebih luas, pengembangan kawasan agropolitan diharapkan dapat mendukung terjadinya sistem kota-kota yang terintegrasi. Hal ini ditunjukkan dengan keterkaitan antar kota dalam bentuk pergerakan barang, modal, dan manusia. Melalui dukungan sistem infrastruktur transportasi yang memadai, keterkaitan antar kawasan agropolitan dan pasar dapat dilaksanakan. Dengan demikian, perkembangan kota yang serasi, seimbang, dan terintegrasi dapat terwujud:
(lihat gambar 2).
Konsep

Dalam rangka pengembangan kawasan agropolitan secara terintegrasi, perlu disusun Master Plan Pengembangan Kawasan Agropolitan yang akan menjadi acuan penyusunan program pengembangan. Adapun muatan yang terkandung didalamnya adalah :

1. Penetapan pusat agropolitan yang berfungsi sebagai (Douglas, 1986) :

a. Pusat perdagangan dan transportasi pertanian (agricultural trade/ transport center).

b. Penyedia jasa pendukung pertanian (agricultural support services).

c. Pasar konsumen produk non-pertanian (non agricultural consumers market).
d. Pusat industri pertanian (agro-based industry).
e. Penyedia pekerjaan non pertanian (non-agricultural employment).
f. Pusat agropolitan dan hinterlannya terkait dengan sistem permukiman nasional, propinsi, dan kabupaten (RTRW Propinsi/ Kabupaten).

2. Penetapan unit-unit kawasa pengembangan yang berfungsi sebagai (Douglas, 1986) :

a. Pusat produksi pertanian (agricultural production).

b. Intensifikasi pertanian (agricultural intensification).

c. Pusat pendapatan perdesaan dan permintaan untuk barang-barang dan jasa non pertanian (rural income and demand for non-agricultural goods and services).

d. Produksi tanaman siap jual dan diversifikasi pertanian (cash crop production and agricultural diversification).

3. Penetapan sektor unggulan:

a. Merupakan sektor unggulan yang sudah berkembang dan didukung oleh sektor hilirnya.

b. Kegiatan agribisnis yang banyak melibatkan pelaku dan masyarakat yang paling besar (sesuai dengan kearifan lokal).

c. Mempunyai skala ekonomi yang memungkinkan untuk dikembangkan dengan orientasi ekspor.



4. Dukungan sistem infrastruktur

Dukungan infrastruktur yang membentuk struktur ruang yang mendukung pengembangan kawasan agropolitan diantaranya : jaringan jalan, irigasi, sumber-sumber air, dan jaringan utilitas (listrik dan telekomunikasi).

5. Dukungan sistem kelembagaan.

a. Dukungan kelembagaan pengelola pengembangan kawasan agropolitan yang merupakan bagian dari Pemerintah Daerah dengan fasilitasi Pemerintah Pusat.

b. Pengembangan sistem kelembagaan insentif dan disinsentif pengembangan kawasan agropolitan.

Melalui keterkaitan tersebut, pusat agropolitan dan kawasan produksi pertanian berinteraksi satu sama lain secara menguntungkan. Dengan adanya pola interaksi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produksi kawasan agropolitan sehingga pembangunan perdesaan dapat dipacu dan migrasi desa-kota yang terjadi dapat dikendalikan.

MENTAN

Agricultural Producers


Agricultural producers will find information about economic forecasts and statistics, policies and acts, incentive programs and other services.

Animal Production


Animal producers can find market information on livestock, meat, poultry, egg and dairy products, programs, and links to related producer organizations.
Crop Production

Crop producers can find information on fruits, vegetables, honey, maple, greenhouse, ornamentals, pulses, special crops, grains and oilseeds commodities including: commodity reports, markets information, business incentives, trade data, and links to related associations and government initiatives.
Organic Production

The organic food market is a dynamic and rapidly growing sector of the global food industry. Find statistics about the organic market, information about organic certification and links to the laws and regulations governing organic production in Canada.
Young and Beginning Farmers

New farmers are key to the revitalization of the agriculture sector. That is why there are a variety of programs and services available to help them get established in agriculture. This website section, therefore targets young and beginning farmers in order to allow them to learn about these tools and find out which programs may meet their needs.


Pembangunan Visi 1000 Desa Mandiri Pertanian

100 Kecamatan Sentra Agroindustri

Pusat Pengembangan Buah-Buahan Tropis dan Sayur-Mayur Hijau



(Bersambung)


Ucapan Terima Kasih kepada:

Dr. Ir. Soenarno, Dipl.HE.

Mantan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Menkimpraswil)

1. Fakultas Tehnik Sipil Universitas Gajah Mada Yogyakarta.September 1962

2. IHE Delft (Sp.I) International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering Delft, The Netherlands September 1977

3. Doctorate Degree Program in Civil Engineering Columbia Pacific University, San Rafael, California, USA Nopember 1982


To all my friends


Kepala Divisi Agropolitan Project:

Achmad Yozar P.


1. Riki (Civil Engineering, Universitas Indonesia)

2. Widia P. M. (Civil Engineering, UNIGA)

3. Erwin P. L. (Civil Engineering, UNIGAL)

4. Fadly F. (Civil Engineering, UMY)

5. Gilang G. N. K. (Civil Engineering. ITENAS)

6. Deni Nugraha (Kota Banjar)

7. Ismail M. S (Pertanian UNSOED)

Referensi

1. Douglas, Michael, Regional Networks Development, UNHCS-Bappenas, 1986
2. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Profil Kawasan DPP dan Agropolitan, 2002.
3. Direktorat Jenderal Perkotaan dan Perdesaan, Bantuan teknik Penyusunan Rencana Teknis dan DED 7 kawasan di 7 Propinsi, 2002
4. Porter, Michael, The Competitive Advantage of Nations, Cambridge, 1998.
5. Soenarno, Pengembangan Kawasan Agropolitan Dalam Rangka Pengembangan Wilayah, 2003.
6. UU NO 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang Nasional, Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional (BKTRN), 1992.
7. Yudhohusodo, Siswono, Laporan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, 2002

Semoga bermanfaat dan Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar