Rabu, 18 Maret 2009

Ekonomi Desa


Pasar Tradisional Jantung Ekonomi Desa

Dikatakannya, kebijaksanaan pusat membangun pasar inpres di masa lalu merupakan solusi merangsang dinamika ekonomi rakyat, mengatasi rendahnya geliat ekonomi masyarakat. Mengatasi tantangan saat itu, pembangunan pasar inpres cukup relevan, karena selain masih menimnya akses transportasi ekonomi masyarakat menuju pusat transaksi pasar di perkotaan, juga dimaksudkan untuk memenuhi salah satu kriteria agar tidak tergolong Desa tertinggal. Namun dengan kemajuan pembangunan infrastruktur jalan saat ini, membuat daerah yang semula terisolir menjadi terbuka sehingga mudah menjangkau pemasaran produksi daerah serta hasil bumi lokal ke sentra pasar induk. "Maraknya angkutan Pedesaan, Ojek maupun kepemilikan alat transportasi baik roda dua maupun roda empat, memberi nilai tambah lebih tinggi terhadap harga produk yang dipasarkan masyarakat di pasar induk," katanya.

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.


Komoditi Unggulan

Selain sektor industri, perdagangan dan koperasi yang menjadi aspek investasi, tabel yang ada dibawah juga menjadi komoditas yang dapat di jadikan investasi Kota Banjar.

Tabel 1
Tabel Komoditi Unggulan Kota Banjar

NO
KOMODITI
JUMLAH UNIT USAHA
KAPASITAS /TAHUN
LOKASI
1.

Bordir/Konveksi :

- Kaos, Koko, Celana Pendek

- Busana Muslim, Kebaya

5 Kelompok
44,3 potong
Banjar, Pataruman
2.
Tikar Mendong
2 unit usaha, 30 plasma
960 kodi
Langensari
3.
Meubel
43 unit usaha
372.034 buah
Banjar, Pataruman, Purwaharja dan Langensari
4.
Anyaman Bambu
2 sentra, 65 unit usaha
780 pasang
Langensari, Neglasari
5.

Industri Kerajinan Kayu/Bambu :

1 unit usaha
1.080.000 buah
Banjar, Neglasari
6.

Kerajinan :

- Miniatur Alat Musik

- Sangkar Burung

- Ukiran Tunggul Kayu

4 unit usaha

1 unit usaha

2 unit usaha

1.200 set

96 buah

Pataruman, Neglasari dan Purwaharja
7.

Industri Makanan Olahan :

- Sale Pisang

- Kripik Pisang, Singkong

- Ranginang

- Makanan Ringan

20 unit usaha

15 unit usaha

25 unit usaha

6 unit usaha

440 ton

53,2 ton

80 ton

72 bungkus

Pataruman, Langen

Pataruman

Purwaharja

Banjar

8.
Air Minum Dalam Kemasan
1 unit usaha
35.800 galon
Banjar
9.
Gula Kelapa

Gula

602 unit usaha
1.200 ton
Langensari
10.
Industri Logam Alat Rumah
1 unit usaha
6.300 kodi
Langensari
11.
Bata Merah
400 unit usaha
17.863 buah
Pananjung, Karangpucung, Langensari
12.
Kambing PE
1.350 ekor
200 ltr/hari
Langensari
13.
Beras Organik

Beras

998,7 ha
20 ton
Koptan Banjar
14.
Kentang Hitam
356,7 ha
68 ton
Langensari


Aspek Investasi

Aspek investasi merupakan faktor penting dalam mengembangkan perekonomian daerah. Adapun perkembangan investasi Kota Banjar dari tahun 2004 – 2005 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 1

Perkembangan Investasi Kota Banjar

NO
TINGKAT INDUSTRI
JUMLAH
INVESTASI
UNIT USAHA
TENAGA KERJA

1

Besar

0

0

0

2

Menengah

3

1.561

16.920.000.000

3

Kecil Formal

301

1.868

2.619.688.000

4

Kecil Non Formal

1.215

6.909

1.606.440.000

JUMLAH

1.519

10.338

21.146.108.000

Sumber : Dinas Peridagkop dan PM , Tahun 2004

Tabel 2

Perkembangan Potensi Sektor Koperasi Tahun 2004 – 2005 dan Target Tahun 2006

POTENSI BIDANG KOPERASI

TAHUN
UNIT USAHA
INVESTASI (Rp Milyar)
TENAGA KERJA (Orang)

2004

97

10.530.000.000

130

2005

106

13.914.094.229

136

Naik Turun (%)

1,05

1,04

1,28

2006

122

11.389.248.000

142

Sumber : Dinas Peridagkop dan PM, Tahun 2005

Tabel 3

Perkembangan Potensi Sektor Perindustrian Tahun 2004 – 2005 dan Target Tahun 2006

POTENSI BIDANG INDUSTRI
TAHUN
FORMAL
NON FORMAL
UNIT USAHA
INVESTASI (JT)
TENAGA KERJA (ORANG)
UNIT USAHA
INVESTASI (JT)
TENAGA KERJA (ORANG)

2004

302

19.539,668

3429

1.215

1.606,44

3.480

2005

308

19.600,068

3489

1.239

1.638,03

3.553

Naik (%)

1,02

1,00

1,02

1,02

1,02

1,02

2006

315

19.667,836.8

3.557

1.267

1.673,473.98

3.635

Sumber : Dinas Peridagkop dan PM, Tahun 2005

Tabel 4

Perkembangan Potensi Sektor Perdagangan Tahun 2004 – 2005 dan Target Tahun 2006

POTENSI BIDANG PERDAGANGAN
TAHUN
UNIT USAHA
INVESTASI (Milyar)
TENAGA KERJA (Orang)

2004

1.475

90.000.000.000

3.939

2005

1.750

116.656.968.678

5.201

Naik Turun (%)

1,12

1,30

1,32

2006

2.100

144.324.315.141

6.800

Sumber : Dinas Peridagkop dan PM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar